EK_SUS (Sensor)
Di bawah pohon
yang teduh,
Di atas rumput
yang hijau,
Di kampus
kuning.
Kamu menyebut
namamu Ek_Sus.!
Dalam benakku, aku mengatakan ANEH.
Dalam benakku, aku mengatakan ANEH.
Namun keanehan
itu menjebaku dalam lubang yang penuh makna.
Kini aku
terjerat oleh kata Ek_Sus.
Tak sadar..
benak dan hati telah sekongkol
benak dan hati telah sekongkol
mengukir kalimat Ek_Sus dalam rongga jiwa.
Pernah ku
jumpa,,
namun kini Ek_Sus bagai fatamorgana,
tiap kali ku datang hilang tanpa bentuk rupa.
namun kini Ek_Sus bagai fatamorgana,
tiap kali ku datang hilang tanpa bentuk rupa.
Simorejo, juli 2012
By.
S_Ro’is
Tidak ada komentar:
Posting Komentar