Senin, 24 September 2012
Minggu, 09 September 2012
puisi: Puisi Cinta
puisi: Puisi Cinta: EK_SUS (Sensor) Di bawah pohon yang teduh, Di atas rumput yang hijau, Di kampus kuning. Kamu menyebut namamu Ek_Sus.! Dalam...
Puisi Cinta
EK_SUS (Sensor)
Di bawah pohon
yang teduh,
Di atas rumput
yang hijau,
Di kampus
kuning.
Kamu menyebut
namamu Ek_Sus.!
Dalam benakku, aku mengatakan ANEH.
Dalam benakku, aku mengatakan ANEH.
Namun keanehan
itu menjebaku dalam lubang yang penuh makna.
Kini aku
terjerat oleh kata Ek_Sus.
Tak sadar..
benak dan hati telah sekongkol
benak dan hati telah sekongkol
mengukir kalimat Ek_Sus dalam rongga jiwa.
Pernah ku
jumpa,,
namun kini Ek_Sus bagai fatamorgana,
tiap kali ku datang hilang tanpa bentuk rupa.
namun kini Ek_Sus bagai fatamorgana,
tiap kali ku datang hilang tanpa bentuk rupa.
Simorejo, juli 2012
By.
S_Ro’is
Rabu, 05 September 2012
Puisi Sosial
WAJAH, WAJAH BERINGASNYA
Mencintai
sesama terkadang menjadi terabaikan
ketika kepentingan melandasi kekuasaan.
ketika kepentingan melandasi kekuasaan.
Amarah,
kesombongan dan keangkuhan,
masih
bersinggungan dalam kehidupan.
Memaksakan
kehendak ternyata
harus dibayar dengan mahal.
harus dibayar dengan mahal.
Nyawa tak lagi
berharga
Karena martabat
hilang esensinya.
Membunuh tanpa
ada rasa dosa
Karena dendam
sudah di dada.
Mereka bangga,
memukuli saudara sebagai kemenangan.
memukuli saudara sebagai kemenangan.
Mereka luupa,
yang di hadapan adalah saudara.
yang di hadapan adalah saudara.
Mereeka juga
lupa,
tak berfikir siapa yang sebenarnya dimenangkan.
tak berfikir siapa yang sebenarnya dimenangkan.
Mereka tak
pernah berfikir,
tuk apa hal itu terjadi
tuk apa hal itu terjadi
Yang ada kini
penyesalan yang tak berarti.
Pacul,
April 2010
By.
S_Ro’is
Senin, 03 September 2012
Puisi untuk Sahabat
SAAT BERSAMA
Siangku telah
berlalu,
Sinar matahari
terasa hangat dalam peraduan
Aku merasakan
kehangatan
Dan ku dapatkan
nuansa keindahan di taman
Kulihat
wajah-wajah yang penuh kecriaan.
Dikelilingi yang tumbuh subur
menambah kebahagiaan.
Dikelilingi yang tumbuh subur
menambah kebahagiaan.
Kepenatan dalam keseharian
kini hilang dalam kebersamaan.
kini hilang dalam kebersamaan.
Tawa, canda telah ku dapatkan
bersama teman
bersama teman
Hidup ini memang penuh beban,
namun itu tidak dalam persahabatan.
Ingin kuraih mimpi dalam kebersamaan
dan persahabatan
Ingin kuraih mimpi dalam kebersamaan
dan persahabatan
waktulah yang membuat perpisahan.
Jika waktu dapat dapat ku ulang
Tak akan ku sia-siakan
Persahabatan, persahabatan….
dan persahabatan.
dan persahabatan.
Alun-Alun, Februari 2010
By. S_Ro’is
puisi Rindu
Pagi
Menjelma
Pagiku kini
seakan pilu,
Hanya kabut
putih ada di depan mata
yang baru beranjak dari kerjanya semalam..
Kabut pagi yang
aku lihat seakan menjelma bagaikan diri kamu…
Sifatmu yang
dingin,
Kelembutan
hatimu,
Putihnya aura
cintamu,
Seakan semua
orang ingin merasakan dan ingin memiliki
Terutama aku.!!
Namun kabut
pagi ini hanya bisa kulihat, kurasakan,
Tapi tak bisa
kupegang dan kusimpan..
Ingin rasanya
aku bisa bisa mengambil kabut
yang putih nan suci itu tuk jadi miliku, dan ku
simpan,
sehingga aku dapat merasakan disetip detik, disetiap menit,
dan
disetiap jam.
Sehingga rongga
dalam hati ini
bisa terisi oleh kabut-kabut cintamu
yang membuat rongga hati
ini selalu terasa segar, terasa dingin,
terasa tentram disaat waktu ku dekat
denganmu.
Simorejo, juli 2012
By. S_Ro’is
Langganan:
Postingan (Atom)
