Minggu, 09 September 2012

puisi: Puisi Cinta

puisi: Puisi Cinta: EK_SUS (Sensor) Di bawah pohon yang teduh, Di atas rumput yang hijau, Di kampus kuning. Kamu menyebut namamu Ek_Sus.! Dalam...

Puisi Cinta

EK_SUS (Sensor)

Di bawah pohon yang teduh,
Di atas rumput yang hijau,
Di kampus kuning.
Kamu menyebut namamu Ek_Sus.!
Dalam benakku, aku mengatakan ANEH.
Namun keanehan itu menjebaku dalam lubang yang penuh makna.
Kini aku terjerat oleh kata Ek_Sus.
Tak sadar..
benak dan hati telah sekongkol 
mengukir kalimat Ek_Sus dalam rongga jiwa.
Pernah ku jumpa,,
namun kini Ek_Sus bagai fatamorgana,
tiap kali ku datang hilang tanpa bentuk rupa.

Simorejo, juli 2012
By. S_Ro’is

Rabu, 05 September 2012

Puisi Sosial


WAJAH, WAJAH BERINGASNYA

Mencintai sesama terkadang menjadi terabaikan
ketika kepentingan melandasi kekuasaan.
Amarah, kesombongan dan keangkuhan,
masih bersinggungan dalam kehidupan.
Memaksakan kehendak ternyata
harus dibayar dengan mahal.
Nyawa tak lagi berharga
Karena martabat hilang esensinya.
Membunuh tanpa ada rasa dosa
Karena dendam sudah di dada.
Mereka bangga,
memukuli saudara sebagai kemenangan.
Mereka luupa,
yang di hadapan adalah saudara.
Mereeka juga lupa,
tak berfikir siapa yang sebenarnya dimenangkan.
Mereka tak pernah berfikir,
tuk apa hal itu terjadi
Yang ada kini penyesalan yang tak berarti.

Pacul, April 2010
By. S_Ro’is

Senin, 03 September 2012

Puisi untuk Sahabat


SAAT BERSAMA

Siangku telah berlalu,
Sinar matahari terasa hangat dalam peraduan
Aku merasakan kehangatan
Dan ku dapatkan nuansa keindahan di taman
Kulihat wajah-wajah yang penuh kecriaan.
Dikelilingi yang tumbuh subur
menambah kebahagiaan.
Kepenatan dalam keseharian
kini hilang dalam kebersamaan.
Tawa, canda telah ku dapatkan
bersama teman
Hidup ini memang penuh beban,
namun itu tidak dalam persahabatan.
Ingin kuraih mimpi dalam kebersamaan
dan persahabatan
waktulah yang membuat perpisahan.
Jika waktu dapat dapat ku ulang
Tak akan ku sia-siakan
Persahabatan, persahabatan….
dan persahabatan.


Alun-Alun, Februari 2010
By. S_Ro’is




puisi Rindu


Pagi Menjelma

Pagiku kini seakan pilu,
Hanya kabut putih ada di depan mata 
yang baru beranjak dari kerjanya semalam..
Kabut pagi yang aku lihat seakan menjelma bagaikan diri kamu…
Sifatmu yang dingin,
Kelembutan hatimu,
Putihnya aura cintamu,
Seakan semua orang ingin merasakan dan ingin memiliki
Terutama aku.!!
Namun kabut pagi ini hanya bisa kulihat, kurasakan,
Tapi tak bisa kupegang dan kusimpan..
Ingin rasanya aku bisa bisa mengambil kabut 
yang putih nan suci itu tuk jadi miliku, dan ku simpan, 
sehingga aku dapat merasakan disetip detik, disetiap menit, 
dan disetiap jam.
Sehingga rongga dalam hati ini 
bisa terisi oleh kabut-kabut cintamu 
yang membuat rongga hati ini selalu terasa segar, terasa dingin, 
terasa tentram disaat waktu ku dekat denganmu.

Simorejo, juli 2012
By. S_Ro’is