Minggu, 09 September 2012

Puisi Cinta

EK_SUS (Sensor)

Di bawah pohon yang teduh,
Di atas rumput yang hijau,
Di kampus kuning.
Kamu menyebut namamu Ek_Sus.!
Dalam benakku, aku mengatakan ANEH.
Namun keanehan itu menjebaku dalam lubang yang penuh makna.
Kini aku terjerat oleh kata Ek_Sus.
Tak sadar..
benak dan hati telah sekongkol 
mengukir kalimat Ek_Sus dalam rongga jiwa.
Pernah ku jumpa,,
namun kini Ek_Sus bagai fatamorgana,
tiap kali ku datang hilang tanpa bentuk rupa.

Simorejo, juli 2012
By. S_Ro’is

Tidak ada komentar:

Posting Komentar